muhammad itu kayak apa ya???

18 03 2009

Making Rasulullah SAW in your heart

Hai sahabat-sahabatku satu barisan. Ini adalah sepucuk surat dari darah muslim yang sangat ingin digolongkan sebagai kekasih Rasulullah, dan engkau sahabatku akan segera menjadi penerima syafaat tersebut. Simaklah!

Hei hei hei. Ada yang bilang dalam lagunya, “You will be my heart”. Tapi Rasulullah SAW akan mengatakan kepada kita, “Tidak hanya hatiku yang kau dapat, iman yang sempurna kan kau raih”. Hal ini dapat kita lihat dalam sabdanya, yaitu: “ Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak akan sempurna keimanan seseorang hingga ia menjadikan aku yang lebih dicintainya daripada orang tua dan anaknya sendiri.”(H.R. Muslim).

Waduh, gue bingung nih gimana ya caranya mencintai Rasulullah SAW? Nah, ada pepatah yang mengatakan bahwa “ Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta”. Jadi, kenali dulu karakteristik Rasulullah SAW.

Wah, Rasulullah SAW itu gimana ya? Let’s begin the point. Trust me, it works.

Nah, di sepucuk surat ini Anda akan sedikit menggerakkan otot mata, mengikuti bagaimana tutur kata Rassulullah SAW, canda Rasulullah SAW, dan tangisnya Rasulullah SAW.

1. Tutur kata Rasulullah

Denger dulu ne penuturan Aisyah r.a. “Rasulullah SAW tidaklah berbicara seperti yang biasa kamu lakukan (yaitu berbicara dengan nada cepat). Namun beliau SAW berbicara dengan nada perlahan dan degan perkataan yang jelas dan terang lagi mudah dihafal oleh yang mendengarnya”. (H.R. Abu Daud).

Beliau itu orangnya rendah hati lagi lemah lembut, sangat senang jika perkataannya dapat dipahami. Beliau itu bicara sesuai dengan tingkat pemahaman dari lawan bicaranya. Hal tersebut menunjukkan bahwa beliau adalah seorang yang sangat penyantun lagi sabar. Anas bin Malik r.a. mengungkapkan kepada kita, “Rasulullah SAW sering mengulangi perkataannya tiga kali agar dapat dipahami.”

Subhanallah. Perhatiin deh, betapa lemah lembut dan luasnya hati Rasulullah SAW, bahkan beliau mau ngulangin perkataannya agar mudah dipahami. Beliau SAW selalu berlaku lemah lembut kepada orang lain. Dengan sikap seperti itulah orang-orang menjadi segan serta hormat kepada beliau.

Jadi, kalau pengen belajar komunikasi efektif, belajar aja dari Rasulullah SAW. Wallahu alam bisshawab.

2. Canda Rasulullah SAW

Kita semua tahu bahwa Rasulullah SAW adalah seorang pemimpin yang sangat memperhatikan

urusan umat dan seluruh pasukannya. Wah, sibuk dong? Mikir terus dong?(dan berbagai pertanyaan lainnya yang sekilas kita pikirkan.) Namun, pernahkah kita membayangkan idola kita itu bercanda dengan umatnya? Pernah nggak sih Rasulullah itu bercanda? Eits, jangan salah!

Abu Hurairah r.a. menceritakan: “Para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami?” Rasulullah SAW menjawab, “Tentu, hanya saja aku selalu berkata benar.”(H.R. Ahmad)”.

Subhanallah, Rasulullah memang sangat layak untuk kita kagumi dan kita contoh. Setiap kata yang terucap, kaki dan tangan yang diayunkan dan dilangkahkan selalu sesuai dengan firman Allah, sampai-sampai bercanda pun selalu dengan kebenaran. Kalau begitu, gimana dong contohnya? Ini dia.

Rasulullah SAW pernah memanggil Anas r.a. dengan sebutan, “Wahai pemilik dua telinga!” (Maksudnya bergurau dengannya) (H.R. Abu Dawud).

Demikian pula dengan para sahabat r.a., salah satu di antaranya adalah yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a. , “Ada seorang pria dusun bernama Zahir bin Haram. Rasulullah SAW sangat menyukainya. Hanya saja tampangnya jelek. Pada suatu hari, Rasulullah SAW menemuinya sewaktu ia menjual barang dagangan. Tiba-tiba Rasulullah SAW memeluknya dari belakang sehingga ia tidak dapat melihat beliau. Ia pun berkata, “Lepaskan aku! Siapakah ini?” Setelah menoleh ia pun mengetahui ternyata yang memeluknya adalah Rasulullah SAW. Ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk merapatkan punggungnya ke dada Rasulullah SAW. Beliau pun lantas berkata, “Siapakah yang sudi membeli hamba sahaya ini?”. Ia pun berkata, “Demi Allah wahai Rasulullah SAW, kalau demikian aku tidak akan laku dijual!”. Rasulullah SAW membalas, “Justru engkau di sisi Allah SWT sangat mahal harganya!”(H.R. Ahmad)”.

Lagi-lagi yang kita ucapkan adalah Subhanallah. Sungguh sangat mulia sosok beliau SAW, sudah saatnya kita untuk mencintainya! Bercanda boleh, tapi harus selalu berada di jalan yang benar, dan tanpa unsur kebohongan. Mau tahu caranya? Contoh dong Rasulullah SAW!Wallahu alam bisshawab.

3. Tangis Rasulullah SAW

Anda pernah menangis? Tentunya, kita semua pernah menangis. Sebabnya bisa bermacam-macam. Mungkin karena kehilangan dompet, dipecat dari jabatan, atau mendapat nilai rendah di kampus. Tapi, mungkin nggak sih Rasulullah SAW menangis, padahal dunia berada dalam genggamannya jika beliau menghendaki? Atau beliau SAW takut masuk neraka, sedangkan Surga ada di hadapannya, dan beliau berada di tempat yang paling tinggi di dalamnya? Jawabannya Ya, Rasulullah SAW sering menangis, sebagaimana tangisan seorang hamba ahli ibadah. Beliau menangis di dalam shalat tatkala bermunajat kepada sang Khalik SWT. Dari Mutharrif bin Abdillah bin Asy-Syikhkhir- dari bapaknya(yakni Abdullah bin Asy-Syikhkhir r.a.) – ia berkata, “Aku datang menemui Rasulullah SAW ketika beliau sedang shalat. Dari rongga dada beliau keluar suara mendidih di dalam kuali, disebabkan tangis beliau.”(H.R. Abu Daud).

Beliau juga menangis ketika mendengarkan tilawah Al-Qur’an. Abdullah bin Mas’ud r.a. mengatakan, “Rasulullah SAW pernah berkata kepadaku, “Bacalah Alqur’an untukku!” Aku berkata, “Wahai Rasulullah SAW, apakah aku yang harus membacanya, sedangkan Al-Qur’an itu diturunkan kepadamu?” Beliau menimpali,”Aku lebih suka mendengarkannya dari orang lain.” aku pun

membacakan surat An-Nisaa’ untuk beliau. Hingga ketika sampai pada ayat: “Maka bagaimanakah (halnya orang-orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari tiap-tiap ummat dan Kami mendatangkan kamu(Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai ummatmu).” (Q.S. An-Nisaa’: 41) Aku lihat air mata beliau menetes.” (H.R. Al-Bukhari).

Lagi-lagi Subhanallah. Menangis pun ternyata boleh. Tapi, contoh lah Rasulullah, menangis ketika shalat, mendengarkan tilawah Al-Qur’an, tangisan yang bersumber dari kelembutan hati dan ketulusan nurani serta dari ma’rifat keagungan Allah SWT. Pernah nggak kita nangis waktu shalat? Pernah nggak kita nagis waktu mendengar tilawatil Qur’an? Yang kita tangisi hanyalah perkara dunia semata. Yang kita tangisi hanyalah masalah gaji yang belum turun, uang yang belum ditransfer (bagi anak kos), atau hanya sekedar kehabisan daging kurban dan nggak kebagian waktu Hari Raya Kurban. Wallahu alam bisshawab.

Ah, sebenarnya masih banyak banget karakteristik Rasulullah SAW yang bisa kita pelajari dan teladani. Tapi, karena keterbatasan tempat, udah dulu yaaa.

Demikianlah sepucuk surat ini menghampiri kita. Semoga kita semua dapat menjadikan Rasulullah SAW berada di hati kita.

-makhluk kerdil 2008-


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: