tau g kalo ada hari air?

26 03 2009

Sejarah Singkat Hari Air Sedunia

Apa sih itu Hari Air? Kapan sih hari ini ditetapkan? Mau tahu lebih lanjut? Baca tulisan singkat ini..
Hari Air Sedunia (World Day for Water) adalah perayaan yang ditujukan sebagai usaha-usaha menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan. Hari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret. Peringatan ini sebagai wahana untuk memperbarui tekad kita dalam melaksanakan Agenda 21 yang dicetuskan pada tahun 1992 dalam United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) yang diselenggarakan di Rio de Janeiro, atau secara populer disebut sebagai Earth Summit (KTT Bumi).
Pada Sidang Umum PBB ke 47 tanggal 22 Desember 1992 melalui Resolusi Nomor 147/1993, usulan Agenda 21 diterima dan sekaligus ditetapkan pelaksanaan Hari Air Sedunia pada setiap tanggal 22 Maret mulai tahun 1993 di setiap anggota PBB termasuk Indonesia.

Air sangat bermanfaat bukan hanya bagi manusia tetapi juga bagi makhluk hidup lainnya. Tanpa adanya air kehidupan di muka bumi ini tidak mungkin ada. Manfaat air sangat beragam sehingga tidaklah mungkin dibahas dalam suatu topic. Oleh karena itu, tema Hari Air selalu berbeda tiap tahunnya. Mari kita coba melongok kembali tema-tema Hari Air 3 tahun ke belakang. Tema Hari Air pada tahun 2006, “Water and Culture”, tahun 2007 “Coping with Water Scarcity”, dan tahun 2008 “Sanitation”.
Tema yang diusung pada Hari Air selama 3 tahun terakhir ini memang berbeda satu sama lain, namun pada dasarnya adalah satu, yakni kebutuhan manusia akan air. Dimulai dari kebutuhan yang mendasar seperti minum, mandi, mencuci, sampai ke arah kebudayaan dan industri, hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya air bagi kehidupan manusia. Tema Hari Air Dunia
Tema Hari Air Dunia (World Water Day – WWD), setiap tahun ditetapkan oleh PBB berganti-ganti, sesuai dengan isu sumber daya air yang dianggap penting pada saat itu dan perlu mendapatkan perhatian dunia.

1994: “Caring for Our Water Resources is Everyone’s Business” (Peduli akan Sumberdaya Air adalah Urusan Setiap Orang);
1995: “Water and Woman” (Wanita dan Air);
1996: “Water for Thirsty City” (Air untuk Kota-kota yang Kehausan);
1997: “The World’s Water: is There Enough ?” (Air Dunia: Cukupkah ?);
1998: “Groundwater – the Invisible Resource” (Air Tanah Sumber Daya yang Tak Terlihat);
1999: “Everyone Lives Downstream” (Setiap Orang Tinggal di Bagian Hilir);
2000: “Water for 21st Century (Air untuk Abad 21);
2001: “Water for Health” (Air untuk Kesehatan);
2002: “Water for Development “ (Air untuk Pembangunan);
2003: “Water for Future” (Air untuk Masa Depan);
2004: “Water and Disasters” (Air dan Bencana);

PBB dalam Sidang Umum ke-58 bulan Desember 2003 menetapkan, “international Decade for Action; Water for Life 2005 – 2015”. Tema-tema HAD dalam satu dasawarsa tsb. mendukung “Water for Life”.

2005: “Water for Life” (Air untuk Kehidupan);
2006: “Water and Culture” (Air dan Budaya);
2007: “Coping with Water Scarcity” (Mengatasi Kelangkaan Air).
2008: “Sanitation” (Sanitasi) untuk mendukung INTERNATIONAL YEAR OF SANITATION.

Seiring dengan meningkatnya populasi manusia di bumi kebutuhan akan air pun meningkat. Kebutuhan tersebut tidak dapat terpenuhi oleh karena keberadaan air yang kian terancam. Diperkirakan 500juta orang per hari meminum air tercemar setiap harinya dan lebih dari 1 milyar orang tidak memiliki akses sanitasi yang baik. Kualitas air dan sanitasi yang buruk menjadi salah satu faktor kematian 1,4 juta anak karena diare.
Di sisi lain, pencemaran terhadap sumber-sumber air di muka bumi ini terus menerus dilakukan. Di Negara-negara berkembang 90% limbah industri terus menerus dibuang ke sungai dan sumber air lainnya tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Keterbatasan air semakin diperburuk dengan pemanasan global. Perubahan iklim menyebabkan siklus air tidak merata, beberapa tempat di muka bumi mengalami kekeringan sementara di bagian bum8i lainnya kelebihan air bahkan kebanjiran.

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi” (Al-Baqarah:30).

Khalifah yang dimaksud dalam ayat ini adalah seseorang yang diberikan tanggung jawab sebagai pengelola suatu wilayah, yang berkewajiban membentuk masyarakat yang memiliki hubungan baik kepada Allah SWT, manusia, dan lingkungan hidup di sekitarnya. Allah SWT telah menciptakan alam beserta isinya untuk dimanfaatkan manusia secara bijak dan selalu menjaga keseimbangan alam.
Firman Allah yang lain adalah,

“Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hambahamba-Nya yang dikehendakinya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.”(Qs. Ar-rum 48)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: